





![]() | Hari ini | 80 |
![]() | Kemarin | 152 |
![]() | Pekan ini | 232 |
![]() | Pekan kemarin | 705 |
![]() | Bulan ini | 2483 |
![]() | Bulan kemarin | 4261 |
![]() | Semuanya | 31076 |
IP Kamu: 38.107.179.220
,
Hari ini: May 21, 2012
Rakernas MASTAN: “MASTAN Yang Kuat Mendorong Percepatan Keberterimaan SNI Bermutu”
| Aktivitas Perusahaan |
Dalam rangkaian Bulan Mutu Nasional 2011, MASTAN turut berpatisipasi dengan menyelenggarakan Rakernas MASTAN. Rakernas MASTAN umumnya dilaksanakan minimal 2 kali dalam 5 tahun. Berdasarkan AD/ART MASTAN 2010, Rakernas diselenggarakan untuk mengatur dan mengevaluasi pelaksanaan tugas-tugas pengurus pusat dan wilayah dalam rangka melaksanakan program kerja MASTAN sebagaimana di amanatkan oleh Musyawarah Nasional (MUNAS). Memasuki hari kedua acara Rakernas MASTAN kembali dibuka oleh Ketua Umum MASTAN, Ir. Arifin Lambaga, sesaat setelah mengheningkan cipta. Acara yang berlangsung di Raflesia Ballroom – Balai Kartini, Jakarta ini dihadiri oleh anggota pengurus dari DPN, DPW dan utusan POKNAT (Kelompok Minat).
Munculnya perdagangan bebas yang dimulai pada 2010 dengan pelaksanaan China-ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA), mendasari dicanangkannya Gerakan Penerapan SNI (Genap SNI) di tahun yang sama oleh BSN. Genap SNI digunakan sebagai strategi non tariff dalam rangka mendukung pemerintah menghadapi CAFTA. Saat ini sudah ada aliansi negara-negara kuat yang tergabung untuk menggerakkan ekonomi di dunia, yang disebut dengan BRICS, gabungan dari Brasil, Rusia, India, China, South Africa. Bahkan China sudah menjadi negara berkemampuan ekonomi nomor dua di dunia, papar Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi saat memberikan sambutannya dalam Rakernas MASTAN pada Rabu (16/11/2011).
China dapat mempengaruhi dunia dengan cara menggoyang struktur yang sudah mapan. Strategi pengganggu yang digunakan oleh China yakni menentukan desain yang dominan, mengenali musuh, dan melakukan percobaan di laboratorium. Selain itu China juga mampu menciptakan pasar baru, mereka menjadi pesaing yang mampu terus-menerus menciptakan produk baru, fitur baru, dan menawarkan cara-cara yang baru kepada konsumennya. China juga menawarkan harga yang jauh lebih rendah dari harga industri yang ada, ungkap Dr. Bambang. Oleh karena itu BSN mempunyai beberapa tanggung jawab yaitu memastikan tersedianya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diperlukan untuk memfasilitasi Indonesia dalam menghadapi CAFTA, memberikan rekomendasi dalam pengem-bangan lembaga penilaian kesesuaian (LPK), melakukan koordinasi internal dengan me-nyusun suatu “Action Plan”, tegasnya lagi. Selesai sambutan Kepala BSN, acara langsung dilanjutkan dengan mendengarkan bersama lagu Mars MASTAN. Pada acara ini juga dilakukan pembacaan do’a, yang dipimpin oleh H. Djoharly Chaniago.
Mengapa Indonesia harus berubah? Karena saat ini muncul tekanan dunia (global), tekanan regional, dan tekanan domestik. Tekanan-tekanan tersebut antara lain adalah meningkatnya persyaratan mutu di pasar global (EU, USA, Japan, dan ASEAN); adanya komitmen baru di sektor perdagangan, kompetisi yang semakin ketat, dan meningkatnya permintaan terhadap sumberdaya Indonesia; serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi secara cepat, perubahan teknologi, permintaan produk baru, dan kesadaran terhadap perlindungan konsumen. Beberapa tekanan diatas mengakibatkan kesulitan dalam akses ekspor ke pasar dan ndalam menjaga market share, meningkatnya biaya dalam melakukan bisnis, kewajiban meningkatkan ketersediaan infrastruktur mutu, sejajar dengan tingkat regional (ASEAN), serta meningkatnya permintaan terhadap layanan infrastruktur mutu yang cepat untuk memenuhi persyaratan standar domestik maupun pasar ekspor, papar Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen – Kementerian Perdagangan, Dra. Nus Nuzulia Ishak saat memberikan Keynote speech nya pada Rakernas MASTAN kali ini.
Saat ini Kementerian Perdagangan dengan bantuan EU sedang sedang membangun Information Management Body (IMB) yang ditujukan untuk membantu dunia usaha dalam memenuhi standar maupun persyaratan teknis global. IMB mempunyai visi melayani dunia usaha agar dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pasar ekspor. Sedangkan misi IMB yakni menyediakan informasi terkait standar dan regulasi teknis serta membantu dunia usaha. IMB berisi tentang informasi terkait standar nasional, regulasi teknis, Directives (CE marking), Lacey Act, dan lain-lain; informasi terkait Private Standards (Fair trade, FSC, Organic Standard, BRC Global Standards, dan lain-lain); serta infrastruktur Mutu (Lembaga Sertifikasi Produk, Laboratorium Penguji, Lembaga Inspeksi, Kalibrasi, dan lain-lain) di Indonesia yang berada di bawah berbagai kementerian maupun milik swasta.
Usai rehat, acara dilanjutkan dengan menyimak Seminar MASTAN yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Pengembangan Standar DPN MASTAN, Ir. Supandi. Diskusi pada seminar ini membahas dua topik yaitu Standar dan Perlindungan Konsumen yang disampaikan oleh pemerhati kebijakan publik, Ir. Agus Pambagio, serta tentang Peran Standar Dalam Membangun Kepercayaan Global yang disampaikan oleh Guru Besar Teknologi Industri Pertanian, Fateta dan Senior Advisor Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis, SPS-IPB, Dr. Ir. E. Gumbira Sa’id. Usai paparan acara langsung dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan narasumber.
Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan presentasi dari POKNAT unggulan yang disampaikan oleh seluruh perwakilan DPW yang terdiri dari DPW Sumatera Utara, DPW Sumatera Selatan, DPW Jawa Barat, DPW Jawa Tengah, DPW DIY, DPW Jawa Timur, DPW Sulawesi Selatan, DPW Jabodetabek, DPW Sulawesi Utara, DPW Bali dan Nusa Tenggara, serta DPW Riau. Rakernas MASTAN ini ditutup dengan sesi diskusi. (yuk. BSN)







