





![]() | Hari ini | 80 |
![]() | Kemarin | 152 |
![]() | Pekan ini | 232 |
![]() | Pekan kemarin | 705 |
![]() | Bulan ini | 2483 |
![]() | Bulan kemarin | 4261 |
![]() | Semuanya | 31076 |
IP Kamu: 38.107.179.221
,
Hari ini: May 21, 2012
Pegagan
| Tanaman Obat Indonesia |

Bahan baku : Pegagan (Centella asiatica (L))
Herba pegagan adalah seluruh tanaman dari Centella asiatica (L.) Urban dengan ciri berbatang pendek, percabangan batang merayap atau stolon. Daun pegagan berbentuk ginjal dengan pangkal yang melekuk ke dalam lebar, tepi daun bergerigi. Herba pegagan ini memiliki ciri bau lemah, aromatik, rasa mula-mula tidak terasa lama kelamaan agak pahit. (1)
Pegagan secara empiris telah digunakan masyarakat Indonesia sebagai penambah nafsu makan, peluruh seni, pembersih darah, disentri, batuk dan sariawan, mengobati luka bakar.
Hasil penelitian menunjukkan pegagan mengandung senyawa golongan triterpen antara lain asam asiatat, asiatikosida, madekasosida sebagai metabolit utama. Literatur lain menyebutkan bahwa pegagan mengandung senyawa hidrokotilin, kaemferol, kuersetin dalam bentuk bebas maupun glikosida, β-sitosterin, asam palmitat, asam stearat dan minyak atsiri dan sentelosa.
Asiatikosida yang terkandung dalam pegagan mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kewaspadaan. Dr. Nurliani Bermawi, periset di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, menyebutkan bahwa sifat asiatikosida yang terdapat dalam pegagan juga membantu kelancaran sirkulasi oksigen dan nutrisi serta melindungi kerusakan sel-sel otak, sehinga pegagan disejajarkan dengan Gingko Biloba yang terkenal sebagai suplemen otak (Brain Tonic).
Selain sebagai suplemen otak, pegagan juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kosmetika. Kandungan dari pegagan dapat mempercepat regenerasi sel kulit dengan memacu proliferasi fibroblas. Fibroblas inilah yang berperan besar dalam proses penyembuhan luka karena kemampuannya dalam merangsang pembentuk serat kolagen yang melekatkan tepi luka. Dalam Monografi tanaman obat WHO menyebutkan pemberian ekstrak pegagan pada pasien yang didiagnosis tukak lambung dan tukak duodenum, 93 % pasien menunjukkan kemajuan yang signifikan dan 73 % pasien dinyatakan sembuh setelah dilakukan pemeriksaan endoskopi dan radiologi. Selain itu penggunaan krim yang mengandung 1 % ekstrak pegagan selama 3 minggu pada 22 pasien dengan infeksi kulit kronis, hasilnya 17 pasien dapat sembuh total dan 5 pasien terjadi pengurangan besar luka. Penelitian yang dilakukan oleh Suratman dkk. pada tahun 1996 menunjukkan bahwa ekstrak pegagan dalam sediaan krim dan jeli mampu menyembuhkan luka bakar pada kulit. Karena kemampuan merangsang pembentukan kolagen tersebut pegagan banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kosmetika.
Pegagan juga mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Pegagan dapat meningkatkan enzim antioksidan tubuh yang berfungsi menangkal gempuran radikal bebas dari asap rokok, polusi, dan makanan berpengawet, sehingga meningkatkan sistem imun tubuh.
Segala kebaikan manfaat dari herba pegagan tersaji dalam produk Instan Pegagan Al-Ghuroba’. Produk instan ini diolah dari bahan baku alami pilihan yang diolah dengan proses terbaik sehingga menghasilkan instan pegagan dengan citarasa terbaik. Untuk hasil terbaik minum 3 x sehari 1 bungkus. Untuk menjaga kesehatan minum 2 x sehari, pagi dan sebelum tidur malam.
Penyusun : Abdul Azis, S. Farm., Apt.
Daftar Pustaka
1. Anonim, 1977. Materia Medika Indonesia Jilid I, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
2. Anonim, 1999. WHO Monograph On Selected Medicinal Plants, Vol. 1. WHO Geneva.
3. Bermawi, Nurliani, Dr., dkk. Jamu, Brand Indonesia. Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Republik Indonesia.
4. Sudarsono, 2002. Tumbuhan Obat II, Pusat Studi Obat Tradisional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
5. Suratman., Sumiwi, S.A., Gozali, A.D., 1996. Pengaruh Ekstrak Antanan Dalam Bentuk Salep, Krim, dan Jelly Terhadap Penyembuhan Luka Bakar, Laporan Penelitian, Jurusan Farmasi, Universitas Padjadjaran, Bandung







