





![]() | Hari ini | 80 |
![]() | Kemarin | 152 |
![]() | Pekan ini | 232 |
![]() | Pekan kemarin | 705 |
![]() | Bulan ini | 2483 |
![]() | Bulan kemarin | 4261 |
![]() | Semuanya | 31076 |
IP Kamu: 38.107.179.221
,
Hari ini: May 21, 2012
Brand Jamu 2008
JAKARTA, JUMAT - Bersamaan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional, tahun 2008 ini menjadi Tahun Kebangkitan Jamu Indonesia. Demikian disampaikan deputi Menko Perekonomian, Bayu Krisnamurti dan ketua Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Charles Saerang pada siaran pers di Kantor Menko Perekonomian, Jumat (23/5/2008).
Disampaikan pula oleh Bayu, ada beberapa hal yang menandai tahun 2008 ini menjadi tahun kebangkitan, antara lain telah terlaksananya Pencanangan Jamu "Brand" Indonesia pada 4 Maret 2008 oleh berbagai pihak, baik dari pelaku usaha, pemerintah, budayawan, sejarawan, media, peneliti, dan akademisi yang diprakarsai dan difasilitasi Kemenko Perekonomian.
Pencanangan tersebut menandai langkah penting yang menegaskan jamu sebagai warisan budaya Indonesia, "brand" milik bangsa Indonesia dan dikembangkan sebagai produk dengan identitas Indonesia. "Ini juga merupakan salah satu kontribusi anak bangsa yang bergerak di bidang jamu," katanya.
Di dalam beberapa bidang, jamu pun sudah mulai dipandang sebagai konsentrasi khusus. "Di bidang pendidikan, sudah dikembangkan program pendidikan D3 Herbal/Jamu di Fakultas Farmasi UGM dan Unair. Rencananya akan dibuka juga program pendidikan pascasarjana obat tradisional di UI," kata Bayu.
Pada tahun 2008 juga ditandai dengan kerja sama antara IPB, UGM, Unair dan UI dengan Beijing University of Chinese Medicine dalam bidang pendidikan, yang menandai suatu proses awal dimana akan lahir sumber daya manusia akademis dan ilmuwan bidang jamu. "Harapannya, jamu ini nanti bisa diakui sebagai warisan dunia dari Unesco, seperti batik, keris dan gamelan," kata Bayu. (M9-08)
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2008/05/23/17142168/kebangkitan.jamu.indonesia.dicanangkan







